Pemanfaatan Lalat Yang Unik Untuk Mengolah Sampah Organik

Diawali dengan melihat banyaknya sampah di sekitar lingkungan sekolah yang hampir setiap hari ada, baik sampah non organik maupun sampah organik. Guru dan siswa SD Negeri 2 Baturetno mengupayakan agar sampah yang ada disekitar dapat menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat terutama sampah organik, karena seperti yang kita ketahui sampah ini tidak dapat diolah kembali mejadi barang baru seperti halnya sampah non organik. Salah satunya caranya dengan memanfaatkan Larva/Maggot dari BSF (Black Soldier Fly) atau sering disebut Lalat Tentara Hitam untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk yang bernilai ekonomis dengan menggunakan alat sederhana. Bahan yang digunakannya pun juga sangat sederhana dan murah yaitu indukan lalat BSF yang harga pasarannya hanya antara Rp 5.000-8.000 per gram. Indukan ini bisa dengan mudah diperoleh di pasar atau bahkan saat ini sudah banyak penjual bibit BSF yang menjualnya secara daring (online). Selain itu bisa juga mendapatkannya langsung dari alam dengan cara memancingnya.

Pembuatannya pun sangat sederhana sehingga dapat dengan mudah dilakukan siswa, yaitu yang pertama kita persiapkan calon larva lalat BSF dari telur, kemudian meletakkannya di media penetasan, mempersiapkan wadah biopond untuk pembesaran dan memberinya pakan, kemudian memanen larva BSF.
Nah, Larva BSF inilah yang bisa digunakan sebagai pakan yang memiliki sumber protein tinggi bagi hewan ternak seperti ikan, ayam dll. sehingga dapat menjadi pakan alternatif pengganti pakan konvensional meski hanya dengan menggunakan fasilitas terjangkau dengan biaya rendah untuk mendapatkannya. Kemudian sisa dari media larva BSF ini dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Tentunya kegiatan ini sangat menarik, karena memberikan kesan dan pengalamanan yang akan selalu diingat siswa. Selain itu anak-anak bisa dilatih untuk memilah sampah, mengolahnya menjadi lebih bermanfaat sehingga mampu menumbuhkan dan memupuk karakter anak untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta mencintai makhuk hidup.

Pemanfaatan lalat untuk pengolahan sampah ini juga telah menjuarai lomba inovasi siswa yang diadakan Korwilcam Bidik Baturetno dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan meraih Juara I. Yang diwakili oleh ananda Hisyam Fathin Abiyyu dan Zhesella Dinar Purwadinata.